Polisi Tewas Dibunuh Saat Piket Oleh Seorang Santri

Menurut :

Rescount :

TERJADI PEMBUNUHAN TERHADAP ANGGOTA POLRI SEKTOR BOLO,KABUPATEN BIMA ( NTB )

kronologis kejadian :
Saaban Abdurrahman seorang santri pondok pesantren desa Sanolo kecamatan Bolo kabupaten Bima,kejadian naas ini
pada pukul 04.00 wita, sebagai pelaku pembunuhan seorang anggota polri sektor bolo dengan sadis dan kejam
menusuk dengan sangkur dengan”alasan perintah tuhan”, tuturnya setelah diperiksa pihak aparat.
korban Brigadir Rokhmad Sarifudin robek perutnya dan meninggal diperjalanan menuju puskesmas .

korban meninggalkan seorang anak beserta istri yang lagi mengandung
anak kedua,konon cerita masyarakat setempat korban, selama bertugas dikecamatan bolo kabupaten bima
selalu bersikap santun dan ramah tamah.
sementara ini proses penanganan lebih lanjut sedang ditangani anggota mapolres Bima
untuk mengetahui motif apa dibalik pembunuhan kejam oleh seorang santri tersebut.

Liputan6.com, Bima:

Polisi Tewas Dibunuh Saat Piket

Brigadir Rohkmad, anggota Reskrim Polsek Bolo, Bima, Nusa Tenggara Barat, tewas dibunuh Saban Abdurahman, salah seorang santri di Pesantren Khilafiyah Umar bin Khatab, Sanolo, Sila, Kamis (30/6). Saat kejadian korban sedang piket di Mapolsek Bolo.

Almarhum sebenarnya tengah piket bersama empat temannya. Tapi, sebelum kejadian ia berada di ruang piket seorang diri. Tiba-tiba pelaku datang dan berpura-pura akan memberikan laporan. Namun tanpa binyak bicara pelaku langsung menusuk perut dan kepala korban hingga tewas di tempat kejadian.

Korban sebetulnya sempat melakukan perlawanan hingga didengar tiga anggota polisi lain yang juga sedang piket. Sempat terjadi perkelahian antara pelaku dengan ketiga anggota polisi itu. Bahkan salah seorang anggota polisi nyaris tertusuk.

Pelaku akhirnya berhasil dibekuk dan langsung dibawa ke Mapolres Bima untuk dimintai keterangan. Sejumlah barang bukti, seperti jaket berlumur darah dan sangkur yang digunakan pelaku untuk membunuh korban diamankan polisi. Menurut Kapolres Bima AKBP Fauza Barito, pelaku mengaku membunuh korban karena diperintah Tuhan dan menganggap semua polisi kafir.

Sementara itu pascakejadian ini, puluhan polisi bersenjata lengkap dari Polres Bima disiagakan di lokasi. Hingga berita ini diturunkan polisi masih memburu dua teman pelaku berpakaian jubah dan berjenggot. Keduanya sempat dilihat hilir mudik di sekitar Mapolsek beberapa jam sebelum pembunuhan terjadi.

Ditempat terpisah, jenazah Brigadir Rohkmad masih disemayamkan di rumah mertua almarhum sambil menunggu kedatangan orangtua korban. Korban meninggalkan seorang istri dan anak yang masih berumur tiga tahun.(IAN).

VIVAnews:

Polisi Tewas Ditikam Santri

Peristiwa penikaman itu dialami Rohkmad saat sedang bertugas.

Anggota polisi tewas karena dibunuh. Kali ini peristiwa nahas itu menimpa anggota polisi yang bertugas di Polsek Bolo Kabupaten Bima bernama Rohkmad Saefuddin.

Rokhmad tewas ditikam seorang santri bernama Saban Abdurahman (18). Dia tewas dengan tiga luka tusukan senjata tajam di perutnya pada Kamis, 30 Juli 2011, pukul 03.40 WITA. Tragisnya, peristiwa penikaman itu dialami Rohkmad saat anggota Reskrim di Polsek Bolo itu sedang bertugas.

Kepala Sub Bidang Publikasi Bidang Humas Polda NTB, Ajun Komisaris Polisi Lalu Wirajaya membenarkan peristiwa itu. Menurut dia, peristiwa itu bermula ketika Saban yang masih menjadi santri di Pesantren Khilafiyah Umar bin Khatab, Sanolo, Sila mendatangi kantor polisi untuk memberikan laporan.

Tanpa curiga, Rohkmad yang sedang bertugas langsung menerimanya untuk dimintai keterangan. Namun pada saat itulah tiba-tiba Saban menghunus sebilah sangkur dan menyerang Rohkmad. Meski sempat melakukan perlawanan, namun Rokhmad tak mampu mengatasi serangan yang tiba-tiba itu seorang diri.

Keributan yang terjadi diruangan itu diketahui polisi lainnya dan langsung meringkus Saban. Penangkapan terhadap Saban sempat diwarnai perlawanan sengit dari Saban. Polisi pun melarikan Rohkmad yang bersimbah darah ke Rumah Sakit Bima.

“Luka yang diderita Rohkmad cukup parah dengan tiga luka tusukan diperutnya. Dia menghembuskan nafasnya di Rumah Sakit Bima,” kata Lalu Wirajaya di Mataram.

Pasca peristiwa itu, kepolisian dari Resort Bima langsung memperketat penjagaan. Polisi juga sudah menyita sejumlah barang bukti berupa senjata tajam, jaket yang berlumur darah. Namun, sejauh ini polisi belum memperoleh motif dibalik aksi penyerangan santri itu. Dari hasil pemeriksaan sementara, Saban mengaku diperintah tuhan dan menganggap semua polisi kafir.

Polisi terus melakukan pengembangan hingga rumah rekan pelaku bernama Ahmad. Dari rumah tersebut polisi menyita satu kaset CD Player, busur panah, parang dan buku-buku jihad. Meski demikian, polisi belum memastikan apakah Saban termasuk dari kelompok teroris yang beraksi di Bima.

Apalagi, pelaku diketahui juga hendak merebut senjata korban jenis revolver. “Belum ada dugaan kearah terorisme, kasusnya masih kami kembangkan,” ujar Lalu Wirajaya.

Terkait dengan peristiwa penyerangan terhadap anggota polisi itu, Polda NTB mengimbau agar seluruh polsek lebih waspada. Lalu Wirajaya juga meminta agar polisi lebih dekat dengan masyarakat sehingga infomasi lebih cepat diterima.

Hingga saat ini kantor kepolisian Sektor Belo dijaga aparat kepolisian dari Resort Bima. Polisi mengantisipasi terjadinya aksi penyerangan lainnya. Laporan: Edy Gustan | NTB (adi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s