Tempatku Bukan Di Sini ….

“Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.
( سورة النساء , An-Nisa, ayat 100)

Kutipan ayat diatas adalah salah satu yang melatar belakangi tujuan ana untuk mencoba menginjakan kaki di kota ini, bukan…bukan untuk menaklukan tetapi untuk mencoba bersahabat dengan kota ini…itu saja. Karena disini begitu banyak peluang-peluang usaha yang mungkin bisa dikembangkan.

Tapi apa jadinya..? ketika nawaitu awal akhirnya bergeser dan mulai membuat karat dihati sedikit demi sedikit, dan tiba-tiba diri ini menjadi asing dengan diri sendiri, pola pikir juga telah terkontaminasi oleh virus-virus duniawi, yang memaksa diri ana berpacu dengan waktu dan nafsu, hanya untuk sebuah mahluk yang bernama ‘Rupiah’, walah…beginikah tuntutan kehidupan dunia yang sudah dikelilingi oleh rayuan dan buaian yang menjadikan kita menjadi konsumtif, konsumtif akan Food, Fun dan Fashion.

Pagi ini dalam cuaca yang tidak bersahabat, tiba-tiba ana merasa kehilangan, ada energi yang telah hilang dan amat sangat mengganggu hati dan pikiran ana, energi itu belum lenyap memang, tetapi semakin berkurang dari waktu kewaktu, semangat da’wah sudah tidak sesemangat dulu lagi, jarang mengikuti kegiatan tarbiyah lagi, sedikit waktu untuk selalu berada di masjid, ahhh…waktu ana banyak terbuang percuma hanya untuk urusan lobby-lobby, kongkouw-kongkouw dan kegiatan-kegiatan yang menghabiskan energi dengan percuma.

Waduh…ana jadi terjebak dalam rutinitas yang bukannya kian meningkatkan eksistensi ruhiyah ana, malah menggembosi dan menggrogoti perlahan-lahan, ana harus kembali memikirkan kelanjutan semua ini dan kembali mengambil sikap, untuk tetap disini atau malah hijrah ketempat yang lebih jauh dan lebih berkompromi dengan ruhiyah ana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s